Kamis, 07 Agustus 2014
STIE Widya Persada Bangun Kewirausahaan
Dalam mendukung program Pemerintah mendorong kewirausahaan, LAZNAS BMT ICMI dan STIE Widya Persada menandatangani Nota Kesepahaman perihal kerjasama di bidang pendidikan dan penumbuhkembangan kewirausahaan. Lektor Kepala STIE Widya Persada, Djafri Djamaluddin, menyambut baik dan berharap kerjasama ini berkelanjutan untuk peningkatan mutu pendidikan.
Pojok Usaha Mahasiswa
Menurut Djafri, STIE Widya Persada sebagai kawah candradimuka pendidikan kewirausahaan, dibuktikan dengan tersedianya kurikulum untuk mata kuliah koperasi bersama para tenaga pendidik yang ahli di bidang kewirausahaan.
“Kami memang belum membuka jurusan ekonomi syariah. Tapi ada pelajaran ekonomi syariah. Bahkan ada lulusan kami yang sudah membahasnya,” sebutnya dalam Seminar Ekonomi Rakyat Melalui Penguatan Entrepreneurship Masyarakat DKI Jakarta dengan tema: “Penguatan BMT sebagai Lembaga Permodalan bagi UMKM dan Usaha Agrobisnis”, Kerjasama Pemprov DKI Jakarta dan LAZNAS BMT ICMI, di Kampus STIE Widya Persada, Jakarta (9/2/13)
Karena itu, Djafri berharap pengurus ICMI bisa mengajar di kampus yang terletak di bilangan Jakarta Selatan ini. “Kami mengundang Bapak dan Ibu yang berhimpun di ICMI untuk bisa mengajar di sini. Kami welcome demi kemajuan BMT. Kami juga ingin baik Pemda DKI atau ICMI bisa membuka pojok usaha di tempat kita sebagai laboratorium mahasiswa,” tambahnya.
Sementara itu, Perwakilan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Provinsi DKI Jakarta, Irwansyah mengimbau, BMT dapat membentuk koperasi seperti Koperasi Jasa Keuangan Syariah. “Beberapa BMT bisa bergabung membentuk koperasi agar lebih kuat permodalannya. Dengan begitu, sumber pembiayan akan makin banyak, di samping dari Dinas Koperasi juga dari Kementerian Koperasi dan UKM,” jelasnya.
Irwansyah melanjutkan, selain kepada Koperasi di kelurahan, yang disebut Koperasi Jasa Keuangan PEMK (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan), bantuan pembiayaan juga disalurkan melalui koperasi-koperasi lain. “Jadi bagi BMT-BMT yang belum mempunyai koperasi, bersegeralah membentuk koperasi,” ujarnya.
Irwansyah juga menyampaikan, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Provinsi DKI Jakarta menganggap kerjasama ini sangat tepat dan perlu dilakukan secara intensif di masa mendatang, untuk memajukan anggota-anggota BMT.
Seminar yang diikuti mahasiswa, praktisi pendidikan, pelaku ekonomi dan pengusaha UMKM, serta didukung ICMI dan BMT Bina Insan Cita ini, juga menghadirkan narasumber Direktur LAZNAS BMT ICMI, Baihaqi Abdul Madjid, Penasehat senior LAZNAS BMT ICMI, Muzakhir Rida, Pengurus Pusat ICMI Dindin Sjafruddin, serta Ketua Umum DPP GPI, Hilman Hasan Metareum.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar